Rabu, 20 November 2013

10 Stadion Termegah di Indonesia

Dunia sepak bola di indonesia memang maju mundur, bahkan ada yang mengatakan tambah makin mundur. tapi penilaian ada pada diri masing". Namun saat ini kita tidak akan berbicara permaian atau sistem yang di persepak bolaan indonesia. kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai stadion sepakbola yang lumayan diperhitungkan dalam sepak bola dunia.

Hal ini dapat dibuktikan dengan lumayan banyaknya stadion Indonesia yang sudah berstandar internasional yang sudah ada maupun stadion standar internasional yang masih dalam proses pembangunan dan penyelesaian. Berikut ini sepuluh stadion terbaik di Indonesia yang sudah rampung maupun yang akan menjadi stadion bertaraf internasional.



1. Gelora Bung Karno

Gelora Bung Karno

Kota: Jakarta, DKI Jakarta
Dibangun: 8 Februari 1960 (Renovasi 2007)
Kandang: Tim Nasional Indonesia dan Persija Jakarta
Kapasitas: 88.083 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno adalah sebuah komplek olahraga serbaguna di Senayan, Jakarta. Komplek olahraga ini dinamai untuk menghormati Soekarno, presiden pertama Indonesia, yang merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan komplek olahraga ini. Dalam rangka de-Soekarnoisasi pada masa Orde Baru, nama komplek olahraga ini diubah menjadi Istora 
Senayan. Setelah bergulirnya gelombang reformasi pada 1998, nama komplek olahraga ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Surat Keputusan Presiden No.7 Tahun 2001.

Dengan kapasitas sekitar 100.000 orang, stadion yang mulai dibangun pada pertengahan tahun 1958 dan penyelesaian fase pertamanya pada kuartal ketiga 1962 ini, merupakan salah satu stadion yang terbesar di dunia. Pembangunan stadion ini didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS. GBK pada mulanya dibangun untuk menyelenggarakan Asian Games IV tahun 1962.
Pada saat Indonesia menjadi salah satu tuan rumah Piala Asia tahun 2007, stadion ini direnovasi dengan mengurangi kapasitas stadion menjadi 88.083 orang.

2. Gelora Sriwijaya Jakabaring

Gelora Sriwijaya Jakabaring

Kota: Palembang, Sumatera Selatan
Dibangun: Tahun 2001
Kandang: Sriwijaya FC
Kapasitas: 40.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Gelora Sriwijaya yang terletak di daerah Jakabaring, Palembang ini merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia. Dibangun dalam rangka persiapan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah PON XVI tahun 2004 yang menunjukkan keseriusan daerah ini dalam menyambut dan menyukseskan event empat tahunan tersebut. Kini pasca-PON stadion ini digunakan klub juara Copa Indonesia dan juara Liga Indonesia tahun 2007, Sriwijaya FC, sebagai homebase klub tersebut. Stadion ini juga pernah digunakan sebagai tuan rumah pertandingan kualifikasi dan perebutan tempat ke-3 Piala Asia 2007 mewakili stadion Indonesia selain Gelora Bung Karno.

3. Stadion Palaran

Stadion Palaran

Kota: Samarinda, Kalimantan Timur
Dibangun: Tahun 2005
Kandang: Persisam Putra Samarinda
Kapasitas: 50.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Madya (Olimpic)
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion ini diproyeksikan untuk menyelenggarakan PON XVII 2008 Kalimantan Timur. Stadion ini merupakan stadion pertama di Indonesia yang seluruh tempat duduknya memakai kursi penonton. Stadion ini merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

4. Gelora Bung Tomo

Gelora Bung Tomo

Kota: Surabaya, Jawa Timur
Kapasitas: 50.000 orang
Tipe stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Gelora Bung Tomo yang terletak di Surabaya Barat ini merupakan kandang dari Persebaya 1927 Surabaya yang sekarang merumput di Liga Primer Indonesia (LPI). Stadion ini diresmikan pada bulan Mei tahun 2010 yang lalu.

5. Stadion Nasional



Stadion Nasional

Kota: Pekanbaru, Riau
Dibangun: Tahun 2009
Kapasitas: 43.000 kursi.
Tipe Stadion: Stadion Madya (Olympic)
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Nasional mulai dibangun pada tahun 2009 untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional XVIII Riau 2012. Stadion ini merupakan stadion utama event tersebut. Dengan arsitektur modern stadion ini nantinya akan menjadi salah satu stadion terbaik di
Indonesia.

6. Stadion Dompak

Stadion Dompak

Kota: Tanjung Pinang (Pulau Dompak), Kepulauan Riau
Dibangun: Dalam tahap pembangunan
Kapasitas: 40.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Utama Tanjung Pinang ini diperkirakan selesai tahun 2012 dan nantinya akan menjadi salah satu stadion bertaraf internasional di Indonesia.

8. Stadion Gedebage

Stadion Gedebage

Kota: Bandung, Jawa Barat
Dibangun: Masih dalam tahap perencanaan
Kapasitas: 40.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Lama
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Gedebage merupakan stadion masa depan Persib Bandung untuk menjalani partai kandang menggantikan Stadion Jalak Harupat. Stadion Gedebage kelak akan menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia.

9. Stadion Perjiwa (Aji Imbut)

Stadion Perjiwa

Kota: Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
Dibangun: Tahun 2007, masih dalam tahap penyelesaian
Kapasitas: 35.000 orang
Tipe stadion: Stadion Madya (Olimpic)
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Perjiwa atau lebih dikenal dengan stadion Aji Imbut jika sudah rampung seratus persen maka stadion ini dipastikan akan lebih megah dibanding Stadion Palaran ataupun GBK. Selain lapangan standar Eropa, stadion ini akan dilengkapi atap model knock down, yaitu atap yang bisa diatur membuka dan menutup secara digital.

10. Stadion Taman BMW

Stadion Taman BMW

Kota: Jakarta, DKI Jakarta
Dibangun: Dalam tahap pembangunan, diperkirakan selesai tahun 2020
Kapasitas: 40.000 orang
Tipe Stadion: Stadion Sepakbola Modern
Kategori: A

Sejarah Singkat
Stadion Taman BMW (Bersih Manusia dan ber-Wibawa) merupakan kandang masa depan klub Persija Jakarta. Dapat dibayangkan apabila stadion ini selesai sesuai dengan perencanaan yang telah ada, stadion ini tidak akan kalah dengan Allianz Arena di Jerman maupun Emirates Stadium di Inggris.

Seperti itulah info tentang 10 Stadion terbesar atau terbaik di Indonesia saat ini. Silahkan memasukkan stadion terbaik menurut pembaca di kolom komentar yang tersedia. jika stadion favorit anda tidak masuk silahkan ditambahkan juga biar bisa dapat info baru. Jangan lewatkan update terbaru 10 informasi unik dan menarik setiap hari di sini. Thanks atas kunjungan anda.

Kota Subulussalam


Sejarah Kota Subulussalam

Nama Resmi : Kota Subulussalam
Ibukota : Subulussalam
Luas Wilayah : 1.391 km²
Jumlah Penduduk : 69.776 (2008)
Wilayah Administrasi : 5 Kecamatan
Walikota : Merah Sakti Kombih, SH
Wakil Walikota: H. Affan Alfian Bintang, SE
Alamat Kantor : Jln Teuku Umar
Kota Subulussalam, adalah sebuah kota di Provinsi Aceh, Indonesia. Kota Subulussalam dibentuk berdasarkan Undang – Undang Nomor 8 tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota Subulussalam adalah salah satu pemerintah Kota di Provinsi Aceh yang termuda (Si Anak Bungsu), merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil. Kota Subulussalam yang memiliki luas daerah 1.391 km² terletak pada posisi 02027’30″ – 03000’00″ LU dan 097045’00″ – 98010’00″ BT dengan batas-batasnya adalah :
  1. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Dairi Sumut.
  2. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Singkil.
  3. Sebelah barat berbatasan dengan Aceh Selatan.
  4. Sebelah timur berbatasan dengan Pakpak Bharat dan kabupaten Dairi (SUMUT).
Peta Subulussalam 

Pemerintahan

Pada saat terbentuk, Kota Subulussalam memiliki 5 kecamatan dengan 74 desa dengan 8 kemukiman yaitu :
  1. Kec. Simpang Kiri : 14 desa, 2 kemukiman;
  2. Kec. Penanggalan : 10 desa, 1 kemukiman;
  3. Kec. Rundeng : 23 desa, 2 kemukiman;
  4. Kec. Sultan Daulat : 17 desa, 2 kemukiman;
  5. Kec. Longkib : 10 desa, 1 kemukiman.


Ichan, begitulah orang-orang memanggilku. Entah berasal dari mana nama itu, aku juga tidak tahu. Kalau dilihat mungkin agak aneh, karena nama asliku sangat jauh dari sapaan itu. Namun, aku senang dengan nama itu. Mungkin nama itu membawa berkah bagiku. Aku enjoy menanggapinya.
Alkausarni, itulah nama resmi yang tertera pada kartu keluarga dan akta kelahiranku. Asli dari Aceh, anak Laskar Keurupuk Mulieng Sigli. Alhamdulillah lahir dalam keadaan normal di atas ranjang yang ada wilayah seputaran Garot persisnya di Meunasah Keutapang, Gampong Aree. Aku lahir bertepatan tanggal ulang tahun presiden Indonesia, SBY, pada 9 september 1992. Ya, lumayanlah untuk numpang tenar.
Ayahku bernama AgusniAku tidak tahu bagaimana ayahku bisa bertemu dengan Ibuku, Kartini. Ibuku juga asli dari Sigli, tapi besar di Medan. Makanya aku bingung bagaimana orangtuaku ini bisa bertemu. Mungkin itulah yang dinamakan "jodoh tak kan lari kemana".
Aku memiliki keluarga yang lumayan cukup besar. Orangtuaku adalah warga negara yang taat pada peraturan negara, yaitu menjalankan program KB (Keluarga Besar). Aku anak ketujuh dari delapan bersaudara, lima laki-laki dan tiga perempuan, yang Alhamdulillah lahir dalam keadaan selamat semua. Aku juga bingung kenapa semua saudara-saudariku memiliki nama yang huruf awal dan akhirnya sama. Banyak teman-teman yang menanyakannya. Untuk sementara ini aku belum mendapatkan jawaban yang pasti kenapa bisa begitu. Kalau menurutku mungkin itu bisa saja kebetulan atau bisa jadi mengikuti huruf awal dan akhir dari nama ayahku. Baiklah, aku akan membeberkan nama saudara-saudaraku disertai foto juga agar pembaca tidak penasaran.

1.        Asrini 
Ini kakakku yang pertama. Sudah menikah dan punya dua putri dan satu putra. Kalau di rumah biasanya dipanggil dengan sebutan kak As atau Rini. Dia ini penopang ekonomi keluarga kami. Orangnya keras, tapi penyayang. Kakakku ini sekarang sedang mengembang bisnisnya yang telah dijalani sejak dia masih duduk di bangku sekolah. Kelemahannya tidak bisa bergaya apabila akan dipotret. Kalau sudah emosi tidak ada yang sanggup melawan perlu usaha yang kuat untuk meredam emosi kakakku satu ini. Tapi intinya beliau orangnya sangat penyayang.
2.        Azarni
 Roly, itulah sebutan nama samaran abangku ini, tapi aku memanggilnya dengan gelar Boly. Anak kedua dengan wajah manis dan garang. Memiliki banyak keahlian, selaen bisa menangani pekerjaan kaum Adam juga mampu menyelesaikan pekerjaan kaum Hawa. Abangku ini memilikii tugas sebagai security keluarga kami. Sudah menikah dan dikaruniai dua anak perempuan.
3.        Ansarni
 Abangku yang satu ini memiliki otak yang cerdas. Di pesantren dia terkenal dengan sebutan Anco. Kalau di rumah kami memanggilnya ustadz, mungkin karena latar belakang pendidikan dari pesantren kami menyebutnya seperti itu. Posturnya agak kecil, ya mungkin sekitar 155 cm. Tapi jangan anggap remeh ya, beliau gesit dan lincah dalam hal menggiring bola. Kalau tidak percaya silakan saja main bersamanya.



4.        Azirni
 Di rumah kami memanggilnya dengan nama Bundet (bunda gendut), tidak terlalu gendut juga orangnya. Tapi nama samaran asli kakak ku ini adalah Icik. Disiplin, rajin, dan bersih adalah profilnya. Sudah menikah dan baru dikaruniai satu anak perempuan yang memiliki suara yang dahsyat. Semasa SMA dan kuliah, kakakku hidup jauh dari kami. Delapan tahun berpetualang di kota Metropolitan Medan dengan kondisi ekonomi keluarga kami yang sedang carut marut pada saat itu. Tapi dengan keyakinan yang kuatnya, dia  mampu menjalani hidupnya yang jauh dari kami.
5.        Anfalni
 Abangku yang satu ini adalah orang yang paling humoris di rumah. Dia yang memberikan julukan-julukan pada kami. Dia sangat kreatif dalam hal itu. Ipan sapaan sehari-harinya. Di rumah, kami memberikan gelar kepadanya sebagai asisten enyak. Itu karena dia dekat sekali dengan ibu kami. Dalam urusan olahraga, khususnya sepakbola dia ahlinya. Setiap ada turnamen sepakbola Agustus-an abangku ini tidak pernah absen mengikutinya. Bahkan, aku dan dua abangku yang lain (Azarni dan Ansarni) pernah bermain di tim yang sama dengannya. Sehingga banyak yang menyarankan agar kami membuat klub dari keluarga kami sendiri. Dialah  abang yang paling dekat denganku.
6.        Asfahmi
Cewek yang satu ini adalah kakakku yang bisa dibilang paling cantik di antara kakak-kakakku yang lain. Saat ini kakakku bekerja di salah satu showroom sepeda motor yang ada di daerah tempat tinggal kami. Ingin kuliah tapi tidak kesampaian, itulah cita-citnya. Tapi sekarang dia sudah memiliki penghasilan sendiri dan imbasnya lari kepadaku. Setiap bulan pasti ada saja beberapa nominal yang aku dapat dari hasil keringat kakakku ini. Sudah banyak mungkin yang aku habiskan dari penghasilannya. Nama samaran kakakku ini adalah Ipah, kalau di rumah memiliki julukan "bukrim", itu karena dia suka krimbat.
7.        Alkausarni
Itu aku, kalau aku tidak perlu dikenalkan lagi ya. Intinya aku orang paling ganteng di dunia ini. Itu menurut versi ku sendiri, kalau menurut versi pembaca bagaimana?. Tapi kebanyakan orang mengatakan begitulah. Jangan lupa panggil aku Ichan atau bisa juga Nachi.




8.        Afifni
Yang satu ini tempat lahirnya beda dengan kami. Adikku ini lahir di Subulussalam, memiliki badan yang bisa dibilang cukup besar dan atletis disertai dengan wajah tampan dan sangar. Anak yang paling bontot dan bandel. Sekarang masih duduk di bangku SMP. Kami memanggilnya dengan nama Apit si raja Point Blank.

Itu lah gambaran profil singkat keluargaku. Sekarang kami tinggal di Kota Subulussalam, daerah perbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara tepatnya di jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Simpang Kiri. Jangan lupa mampir ya.